Agroekologi | Pengertian, Fungsi dan Komponen Agroekologi

0
385
Agroekologi (Ekologi Pertanian)
Agroekologi (Ekologi Pertanian)

Pengertian Agroekologi menurut berbagai sumber antara lain sebagai berikut:

Agroekologi (ekologi tanaman) berasal dari dua suku kata, yaitu agro atau agri berarti pertanian (hal yang terkait dengan proses/hasil pertanian) dan ekologi asal katanya dari eikos = rumah dan logos = ilmu.

Tanaman itu sendiri memiliki arti tumbuhan yang sengaja dibudidayakan dengan tujuan tertentu, contohnya sebagai alat pemenuhan kebutuhan yang bernilai ekonomis.

Secara etimologis, Agroekologi atau ekologi tanaman adalah ilmu yang mempelajari tentang tanaman di lingkungannya sendiri. Dengan batasan, Agroekologi adalah ilmu yang membahas rangkaian atau urutan yang bersinambung antara tanaman dan juga lingkungannya serta antara kelompok – kelompok tanaman.

Kata Agroekologi adalah ilmu gabungan dari agronomi + ekologi. Penjelasan singkatnya, Agroekologi merupakan suatu pengembangan & pengelolaan agroekosistem yang berkelanjutan. Agroekosistem itu sendiri memiliki makna ekosistem buatan yang di dalamnya terjadi interaksi antara komponen biotik dan juga komponen abiotik.

Agroekologi adalah disiplin ilmu dalam penerapannya menggunakan teori ekologi berfungsi untuk mengkaji, merancang, mengelola, dan juga mengevaluasi suatu sistem pertanian menjadi sumber daya yang produktif namun tetap melestarikannya.

Agroekologi adalah suatu ilmu yang menjalankan konsep-konsep & prinsip-prinsip ekologi guna merancang dan mengelola agroekosistem yang berkelanjutan.

Baca juga:  Mikrobiologi: Pengenalan Peralatan dan Sterilisasi

Agroekosistem / Agroekologi

Agroekologi (Ekologi Pertanian)
Agroekologi (Ekologi Pertanian)

Agro -> agri berarti pertanian sedangkan ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk akibat peristiwa hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya (Soemarwoto,1983).

Sistem-sistem ekologi yang dimodifikasi sedimikian rupa oleh manusia yang tujuan akhirnya diharapkan akan menghasilkan kebutuhan pangan, serat atau produk pertanian lainnya yang diinginkan (Conway 1987).

Hubungan timbal balik dapat terjadi apabila terdapat rantai makanan dan jaring makanan menghasilkan proses perpindahan aliran energi dan siklus materi.

Dengan kata lain, Agroekologi merupakan ilmu yang mengaplikasikan konsep – konsep dan prinsip – prinsip ekologi dalam mengatur dan mengelola suatu agroekosistem yang berkelanjutan.

Fungsi dari Agroekosistem adalah memaksimalkan sarana tumbuh tanaman agar tanaman tersebut dapat tumbuh menjadi lebih baik didukung oleh komponen biotik dan abiotik.

Dalam Agroekosistem, tanaman tidak menjadi individu dan kelompok yang terisolasi. Akan tetapi, semua tanaman berinteraksi satu sama lain dengan lingkungan sejenis ( jenis tanaman yang sama) dan juga dengan tanaman lain termasuk dengan lingkungan fisik tempat tanaman tersebut hidup. Kesimpulannya tanaman dan komponen biotik lainnya saling memberikan pengaruh satu sama lain dengan lingkungan sekitar. Begitu pula sebaliknya, bermacam jenis faktor lingkungan abiotik memberikan dampak pada kegiatan hidup tanaman dan biotik lainnya.

Baca juga:  Ada yang Baru Nih! Realme 2 Pro Indonesia

Agroekosistem atau ekosistem pertanian merupakan satu bentuk ekosistem buatan manusia yang perkembangannya ditujukan untuk memperoleh produk pertanian yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Menurut Cox and Atkins 1979, Ekosistem adalah sekumpulan organisme yang berinteraksi atau berpotensi untuk membentuk interaksi serta berinteraksi dengan faktor lingkungan dimana mereka hidup.

Ciri Unik Agroekologi (plant ecology) yaitu tanaman dapat mengubah energi kimia menjadi energi potensial dan juga mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik.

ASPEK AGROEKOLOGI

Ekologi Tanaman mencakup tiga aspek pokok, antara lain :

  1. Agronomi
  2. Fisiologi Tanaman
  3. Klimatologi Pertanian

ketiga aspek pokok Agroekologi diatas merupakan suatu kelompok ilmu pertanian dalam realitanya memiliki hubungan timbal-balik satu sama lain. Faktor fisik yaitu ada sinar matahari, perubahan suhu, ketersediaan pasokan air, dan juga faktor meteorologi lainnya adalah kajian klimatologi dimana berpengaruh langsung dalam fisiologi pertanian.

Aspek fisiologi tanaman tersebut dipertimbangkan dalam mengelola tanaman agar mendapatkan hasil produksi yang maksimum. Pada intinya, ketiga rangkaian aspek pokok tadi tidak dapat dipisahkan karena saling berpengaruh satu sama lain.

Komponen-komponen dalam Agroekosistem

Biotik, komponen yang terdiri dari makhluk hidup. Contohnya seperti vegetasi rumput-rumputan, biota tanah dan mikroorganisme, hewan dan tanaman yang diperlukan dalam agroekosistem itu sendiri.

Baca juga:  Berikut ini12 Jenis Kendaraan yang Dikecualikan dalam Ganjil Genap

Abiotik, komponen yang terdiri dari selain makhluk hidup atau tak hidup. Seperti tanah, air, angin, iklim, sinar matahari, kelembapan udara, kelembapan tanah, pestisida, pupuk, dan lain sebagainya.

Konsep Agroekosistem

Terjadi interaksi (hubungan timbal balik) antara komponen pertanian. Dikatakan interaksi tersebut normal apabila terjadi keseimbangan tiap komponen yang dibutuhkan di dalamnya. Namun, akan Timbul masalah apabila interaksinya tidak seimbang (homeostasis) atau terganggu. Contohnya : wabah kekeringan, banjir, longsor, erosi, peledakan hama dan penyakit (wereng), mutasi tanaman (varietas), produktivitas tanah menurun, dan lain sebagainya.

Tujuan Agroekosistem

Agroekosistem yang berbasis pada ekologi berusaha mengurangi kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh penerapan sistem pertanian sebelumnya atau yang tidak tepat. Pemecahan masalah pertanian secara spesifik akibat penggunaan masukan teknologi diharapkan dapat menghasilkan sustainable Agroecosystem yaitu pertanian yang berkelanjutan (SUSTAINABLE AGRICULTURE).

Tujuan Agroekologi, atau output dari Agroekologi harapannya agar menghasilkan sistem pertanian berkelanjutan.

SUMBER REFERENSI:

Jumin, Hasan Basri. 2002. Agroekologi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Dan Lain – Lain

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.