Mikrobiologi: Pengenalan Peralatan dan Sterilisasi

0
106

Mikrobiologi berasal dari kata dalam Bahasa Yunani yaitu mikros artinya kecil, sedangkan bios artinya hidup dan logos artinya ilmu. Mikrobiologi merupakan suatu ilmu yang fokus mempelajari organisme hidup yang berukuran sangat kecil. Menurut Michael (2006) mikrobiologi merupakan telaah mengenai organisme hidup yang berukuran mikroskopis. Louis Pasteur (1822-1895) Pendapatnya yang terkenal adalah tidak ada kehidupan baru yang timbul dari barang mati. Pendapat ini dikenal dengan sebutan “Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo” yang artinya semua kehidupan berasal dari telur dan telur itu berasal dari sesuatu yang hidup. Menurut Fardiaz (1989), Semua mikroorganisme yang tumbuh memerlukan bahan organik sebagai penunjang pertumbuhan dan proses metabolisme (Michael, 2006).

Pengertian Sterilisasi Mikrobiologi

Sterilisasi yaitu proses yang menghancurkan semua bentuk kehidupan. Suatu benda steril dipandang dari sudut mikrobiologi, artinya bebas dari semua bentuk kehidupan. Suatu benda atau substansi hanya mutlak steril atau mutlak tidak steril, tidak ada yang namanya setengah steril atau setengah tidak steril. Contoh mikroorganisme seperti bakteri, fungi, protozoa, virus dan lainnya yang berada dalam suatu benda. Menurut Ansel, Sterilisasi adalah suatu proses pemusnahan seluruh mikroorganisme dan sporanya atau penghapusan mikroorganisme dari sediaan. Menurut Scoville’s, sterilisasi adalah suatu proses penghilangan bakteri dan mikroorganisme lain dalam suatu media. Menurut Mikrobiologi Farmasi Dasar, sterilisasi adalah suatu kegiatan membunuh atau memusnahkan semua organisme mikro atau jasad renik yang tersedia, sehingga jika ditumbuhkan didalam suatu medium tidak ada lagi mikroorganisme atau jasad renik yang dapat berkembang biak (Meganada, 2017).

Baca juga:  Berikut ini12 Jenis Kendaraan yang Dikecualikan dalam Ganjil Genap

Manfaat mempelajari Mikrobiologi terkhusus di bidang pertanian antara lain pemeliharaan dan peningkatan kesuburan tanah dengan memanfaatkan mikrobia yang berperan dalam siklus Nitrogen (mikrobia penambat nitrogen, mikrobia amonifikasi, nitrifikasi, dan denitrifikasi), Fosfor (mikrobia pelarut fosfat), Sulfur (Mikrobia pengoksidasi sulfur), dan Logam-logam (Fe, Cu, Mn, dan Al), pemeliharaan kesehatan tanah dengan memanfaatkan mikrobia penekan organisme pengganggu tanaman (OPT), pemulihan kesehatan tanah dengan menggunakan mikroba pendekomposisi senyawa-senyawa yang merugikan bagi makhluk hidup (Bioremediasi), pemacuan pertumbuhan tanaman dengan memanfaatkan mikroba penghasil fitohormon.

Jenis-Jenis Peralatan Mikrobiologi dan Fungsinya

Jenis-jenis peralatan mikrobiologi terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu:

a). Elektrik, yaitu alat yang digunakan memerlukan sumber energi listrik seperti

1). Mikroskop, berfungsi untuk melihat serta mengamati objek benda dengan bentuk ukuran yang sangat kecil atau mikroskopis yang tidak dapat dilihat oleh mata secara langsung

2). Autoklaf, berfungsi untuk mensterilkan berbagai jenis bahan dan alat terutama pada peralatan praktikum mikrobiologi

3). Inkubator, berfungsi untuk menginkubasi mikroba pada suhu yang telah ditentukan

4). Colony counter, berfungsi untuk menghitung jumlah koloni mikroba yang tumbuh pada cawan petri

5). Laminar air flow, berfungsi sebagai tempat untuk melakukan inokulasi mikrobiologi

6. Oven, berfungsi untuk mengeringkan gelas laboratorium, zat-zat kimia dan pelarut organik dan dapat juga digunakan untuk mengukur kadar air

7). Hot plate, berfungsi untuk memanaskan campuran/sampel

b). Kaca, adalah peralatan yang terbuat dari kaca seperti

1). Pipet tetes, berfungsi untuk membantu memindahkan cairan dari suatu wadah ke wadah yang lainnya dalam jumlah yang sangat kecil, yaitu setetes demi setetes.

Baca juga:  Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2018 (DKI Jakarta)

2). Cawan petri, berfungsi untuk membiakkan sel yang bentuknya bundar.

3). Labu erlenmeyer, berfungsi untuk proses titrasi untuk menampung larutan yang akan dititrasi.

4). Tabung reaksi, dapat digunakan sebagai media pengenceran mikroba dan sebagai tempat mereaksikan bahan kimia dalam skala kecil dan juga dapat sebagai media perkembangbiakan mikroba dalam media cair.

Mikrobiologi: Tabung Reaksi
Mikrobiologi: Tabung Reaksi
Sumber: Pixabay.com

5). Gelas ukur, memiliki fungsi yaitu sebagai alat ukur volume pada cairan yang tak memerlukan ketelitian tinggi, contoh seperti pereaksi atau reagen untuk analisis kimia kualitatif atau untuk pembuatan larutan standar sekunder pada analisis titrimetri atau volumetri.

6). Gelas beker, berfungsi sebagai wadah penampung yang digunakan untuk mengaduk, mencampur, dan memanaskan cairan.

7). Lampu bunsen, berfungsi untuk pemanasan, pembakaran dan sterilisasi jarum osi atau lainnya.

dan c). Non-kaca, merupakan alat yang terbuat dari selain kaca seperti

1). Mikropipet & Tip, berfungsi untuk memindahkan cairan dalam jumlah kecil secara akurat

2). Jarum Ose, berfungsi untuk memindahkan atau mengambil koloni suatu mikrobia ke media yang akan digunakan kembali

3). Pinset, berfungsi sebagai alat pembantu dalam mengambil preparet segar agar tidak terkontaminasi

4). Bor gabus, berfungsi untuk memindahkan sekaligus memotong mikrobia

5). Rak Tabung Reaksi, berfungsi sebagai tempat tabung reaksi

6). Pengaduk, berfungsi untuk mengambil mikroba dan mengaduk larutan

Baca juga:  Agroekologi | Pengertian, Fungsi dan Komponen Agroekologi

7). Dissecting set, berfungsi sebagai alat bantu dalam praktikum mikrobiologi seperti memotong bahan, mengambil sampel dan lain sebagainya .

(Collins & Lyne, 2004).

Macam-Macam Sterilisasi Mikrobiologi

Sterilisasi memiliki berbagai macam cara, diantara macam-macam sterilisasi tersebut antara lain yaitu

a). Mekanik, sterilisasi secara mekanik (filtrasi)

menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (yaitu berukuran 0.22 mikron atau 0.45 mikron) sehingga mikroba dapat tertahan di saringan tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi pada bahan yang sensitif panas, contohnya larutan enzim dan antibiotik.

b). Fisik, sterilisasi secara fisik dilakukan dengan cara pemanasan & penyinaran

1). Pemijaran, yaitu membakar alat pada api secara langsung. contoh alat yaitu jarum inokulum, pinset, batang L, dan lainnya

2). Panas kering, sterilisasi dengan oven dengan suhu berkisar 60-180C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca seperti tabung reaksi, erlenmeyer dan lainnya.

3). Uap air panas, seperti mengukus. Ditujukan untuk bahan yang mengandung air cocok menggunakan metode ini agar tidak terjadi dehidrasi.

4). Uap air panas bertekanan, yakni menggunakan alat autoklaf. Sedangkan penyinaran menggunakan sinar ultra violet untuk proses sterilisasi, misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior safety cabinet dengan disinari lampu UV.

c). Kimiawi

sterilisasi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan seperti alkohol. Metode yang paling umum dan mendasar untuk digunakan dalam sterilisasi adalah metode autoclaving, panas-kering, dan filtrasi (Harley & Prescott, 2002).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.